PERTEMUAN EVALUASI PROGRAM DAN KEGIATAN APBN

"Setiap perencanaan harus dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan, agar apa yang telah direncanakan sesuai dengan yang ditentukan. Monitoring dan evaluasi merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari suatu proses perencanaan. Sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No.25 tahun 2004 pasal 31 antara lain perencanaan pembangunan didasarkan pada data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan", demikian disampaikan Dr. H. Achmad Rudiansjah, MSc selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan pada acara Pembukaan Pertemuan Evaluasi Program dan Kegiatan Bersumber APBN.

 

Pertemuan Evaluasi Program dan Kegiatan Bersumber APBN ini dilaksanakan oleh Sub Bagian Program Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan yang berlangsung dari tanggal 22-24 Agustus 2016 di Hotel Rattan Inn dengan peserta sebanyak 90 orang yang terdiri dari para Kepala Dinas Kesehatan 13 Kab/Kota, para Direktur Rumah Sakit Pemerintah, para pejabat pengelola evaluasi dinas kesehatan, para pejabat pengelola evaluasi di rumah sdakit, Kepala UPT Dinas Kesehatan Provinsi, Pejabat Eselon III Dinas Kesehatan serta para pengelola dana dekon masing-masing satker. 

 

Beberapa narasumber pada kegiatan tersebut adalah dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Prov. Kalsel dengan materi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Pembangunan Bidang Kesehatan  serta dari Bappeda Provinsi Kalsel denga materi Sistem Pencatatatn Pelaporan E-Bappenas (Dekon) dan DAK Bidang Kesehatan.

 

Tujuan diadakannya pertemuan ini antara lain :

  1. Terinformasinya sistem monitoring dan evaluasi program kesehatan, capaian kinerja penganggaran, faktor pendukung/kendala atas pelaksanaan RKA-KL Tahun 2016.  

  2. Terinformasinya kebijakan – kebijakan yang terkait dengan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pembangunan kesehatan.

  3. Tersusunnya suatu komitmen bersama dalam meningkatkan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan kesehatan.

 

Dari pertemuan ini diharapkan tercapainya pemahaman petugas pengolah laporan kegiatan APBN dengan mahir mengoperasikan program aplikasi E-Monev DJA dan E-Monev Bappenas dan Jumlah tenaga-tenaga evaluator dari satker-satker di lingkup Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kab/Kota dan RS Kab/Kota telah mengerjakan pelaporan dengan menggunakan aplikasi E-Monev DJA dan E-Monev Bappenas. (rye)