PEMERIKSAAN FAKTOR RESIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR BAGI KARYAWAN DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sedang kita hadapi saat ini adalah beban ganda penyakit, yaitu disatu pihak masih adanya penyakit infeksi yang harus ditangani, dilain pihak semakin meningkatnya penyakit tidak menular. Tantangan lain yang dihadapi adalah kecenderungan meningkatnya masalah-masalah yang berkaitan dengan usia lanjut. Sementara itu penderita penyakit Tidak menular tidak lagi mengenal usia dan status sosial ekonomi masyarakat, yang kemungkinan diakibatkan perubahan gaya hidup yang tidak sehat dan meningkatnya faktor resiko penyakit tidak menular.

Penyakit tidak menular sudah menjadi masalah kesehatan di Propinsi Kalimantan Selatan, hal ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya kasus penyakit tidak menular (PTM) antara lain Gagal ginjal, Jantung koroner, Hipertensi, Kanker, Diabetes melitus, kecelakaan dan sebagainya.

Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit tidak menular tersebut, antara lain dengan mengembangkan konsep Posbindu PTM. Pada Posbindu PTM dilakukan kegiatan skrining yang mencakup penyakit jantung dan pembuluh darah dan beberapa masalah PTM, diantaranya kanker leher Rahim dan payudara, penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) dan gangguan akibat kecelakaan.  

Program PTM tahun 2018 bertujuan mencegah dan mengendalikan faktor resiko PTM untuk menurunkan kejadian penyakit tidak menular. Adapun indicator kinerja kegiatan Program P2PTM & Keswa adalah : Jumlah wanita usia 30-50 tahun yg dideteksi KLR dengan metode IVA sebesar 15%; Prevalensi tekanan darah tinggi sebesar 23,79 %; Mempertahankan prevalensi obesitas sebesar 15,4%; Prevalensi merokok pada penduduk usia < 18 tahun sebesar 5,6%; Persentase Puskesmas Yang Melaksanakan PTM Terpadu sebesar 40% ; persentase Fasyankes IPWL pecandu narkotika yg aktif sebesar 40% ; Jml Kab/Kota yg menyelenggarakan upaya pencegahan & pengendalian masalah penyalah gunaan Napza di IPWL sebesar 40%; dan Jumlah Kabupaten/Kota yang memiliki Puskesmas yang menyelengarakan upaya kesehatan jiwa sebesar 40%.

Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dini pada penyakit tidak menular, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan membentuk Posbindu Khusus yang dinamakan Bakumpul Sihat. Posbindu khusus adalah posbindu yang didirikan di tempat kerja. Anggota Posbindu Bakumpul Sihat adalah seluruh karyawan di lingkup Dinkes Prov Kalsel. Direncanakan Posbindu Bakumpul Sihat akan buka pelayanan pada Hari Jumat minggu kedua setiap bulannya.

Pada hari Jumat, tanggal 11 Mei 2018 Posbindu Khusus Bakumpul Sihat membuka pelayanan bagi seluruh karyawan di Dinkes Prov Kalsel. Semua anggota posbindu yang sedang tidak bertugas ke luar kota berperan aktif melakukan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular.

Alur pemeriksaan di posbindu Bakumpul Sihat dimulai dari peserta mendaftarkan diri, kemudian wawancara mengenai riwayat penyakit tidak menular pada keluarga dan diri sendiri, dan factor resiko. Selanjutnya peserta diperiksa antropometrinya berupa berat badan, tinggi badan dan lingkar perut, serta tekanan darah dan kimia darahnya berupa gula darah, kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida dan rasionya.